• header
  • header
  • header
  • header
  • header
  • header
  • banerbr
  • heder brjg
  • G ATAS

Selamat Datang SMP SWASTA ISLAM UNGGUL TERPADU ini merupakan web sekolah yang dapat di akses oleh public| Terima Kasih Kunjungannya. MEMBINA AKHLAQ MERAIH PRESTASI

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMP SWASTA ISLAM UNGGUL TERPADU

NPSN : 10308126

Jl.Lintas Sumatera KM.90 Padang Sibusuk Kec.Kupitan


[email protected]

TLP : 0755480689


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat kamu tentang web ini
Sangat bagus
Bagus
Cukup Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 261034
Pengunjung : 111368
Hari ini : 77
Hits hari ini : 214
Member Online : 0
IP : 216.73.216.119
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Foto Siswa


Status Member

Hari Guru Nasional : Guru Kritik Kebijakan Pendidikan Nasional




Kamis, 24 November 2011 | 13:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistyo mengatakan, berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Air memiliki korelasi langsung maupun tidak langsung dengan penyelenggaraan pendidikan nasional. Menurutnya, sistem pendidikan nasional saat ini belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pencerdasan bangsa. Padahal, katanya, hal ini akan membawa implikasi terhadap kemakmuran dan martabat mulia bangsa.

Desain pendidikan nasional, menurut Sulistyo, meneruskan kerangka politik etis pemerintah kolonial Belanda. Hal itu tercermin pada pendidikan yang masih diskriminatif, menghasilkan tenaga kerja murah, dan menciptakan lulusan yang berorientasi menjadi pegawai negara.

Kebijakan yang tidak jelas antara pusat dan daerah membuat pendidikan kita juga menjadi tidak jelas, apakah pendidikan nasional, atau pendidikan daerah, kata Sulistyo saat syukuran memperingati Hari Guru Nasional dan hari jadi PGRI ke-66, di gedung PGRI, Jakarta, Kamis (24/11/2011).

'Kebijakan yang tidak jelas antara pusat dan daerah membuat pendidikan kita juga menjadi tidak jelas, apakah pendidikan nasional, atau pendidikan daerah'

Menurutnya, pendidikan nasional belum disusun sebagai sebuah upaya membangun mindset dan mentalitas bangsa merdeka yang bertanggungjawab terhadap diri serta lingkungannya. Ketiadaan visi dan program pendidikan yang tidak diagendakan dalam strategi pembangunan ekonomi dan kebudayaan bangsa, dinilainya sebagai salah satu pemicu utama yang membuat operasi pendidikan nasional berlangsung seperti tanpa arah................

Sumber: Kompas.Com
Berita Lengkap: http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/24/1354248/Guru.Kritik.Kebijakan.Pendidikan.Nasional



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas